“Kenapa sarapanmu sedikit sekali?”tanya ibu ketika melihat nasi goreng dipiring ku tidak habis. “Aku buru-buru,Bu takut kesiangan!”jawabku sambil berlari mengambil tas dikamar.Ibu melihat jam di dinding ruang keluarga. Jam tujuh kurang seperempat
“Biasanya kamu juga berangkat jam segitu?”tanya ibu.”Aku ingin berangkat pagi hari ini!”jawabku. “Aku berangkat dulu ya,Bu.Ujarku serambi mencium tangan ibu
Aku adalah anak paling bungsu dirumah. Aku memiliki tiga kakak perempuan. Kakak pertama dan keduaku sudah lulus, mereka bekerja diluar daerah. Kakak yang nomor tiga sedang kuliah disebuah Universitas. Rumah terasa sepi tanpa kakak-kakakku. Karena mereka paling suka rebut dirumah.
Sesampai disekolah aku bertemu sahabatku Ahmad walaupun aku dan Ahmad beda kelas, tetapi saat SD kami satu kelas.”hai Mad, apa kabar?kok aku gak lihat kamu kemarin?”tanyaku sambil menyalami Ahmad. “Aku sakit kemarin”jawab Ahmad. “Pantas saja “sahutku serambi duduk di depan kelas Ahamd. “Oh ya omong-omong aku belum melihat Kirana”.
Tidak lama kemudian kirana datang bersama dengan saudaranya ia sama-sama duduk di 3 SMP. Jadi mereka berdua selalu datang bersama. Kirana satu kelas dengan Ahmad. Dia juga sahabatku. Kali ini Kirana agak berbeda. Biasanya dia menyapa kami tapi kali ini dia begitu dingin.”hei, Mad kamu ngerasa aneh nggak, kok hari ini Kirana nggak menyapa kita, biasanya dia yang paling heboh diantara kita, Tapi kali ini cuek aja sama kita?”gumamku sambil bertatap-tapan dengan Ahmad. “iya, kok dia cuek aja ya!”sahut Ahmad.”mungkin ada masalah sesuatu aku harus mencari tahu. Mungkin aku bisa membantu”pikirku.
Bel Istirahat berbunyi aku langsung pergi ke kelas Ahmad. Aku mencari tahu sebebarnya Kirana mempunyai masalah apa. Aku bertemu Hadi teman sekelas Ahmad dan Kirana, tampaknya dia juga memiliki masalah . “Hei, Di kamu kenapa?”tanyaku
“Aku sedang memiliki masalah dengan Kirana”jawab Hadi. “Memang apa masalahnya?”tanyaku kembali.”Ada kesalah pahaman”jawab Hadi.”.Salah paham bagaimana maksudnya”Sahutku. “Dikira Kirana aku yang mengSMSnya kemarin”jawab Hadi.”Memang apa isi SMSnya”ujarku.”Isi SMSnya ejekan dan yang parah lagi menyangkut namaku juga, padahal aku nggak pernah ngerasa mengSMSnya“.jawab Hadi yang sedang bingung. “Oh, jadi begitu masalahnya”gumamku.
Apa mungkin ini ada kaitanya mengapa Kirana tampak begitu dingin tadi pagi “Pikirku. Aku sudah tahu apa masalah yang dimiliki Kirana. Sekolah telah usai, tapi Kirana masih ada di kelasnya. Kemudian aku menghampirinya. “Hei, Na ada masalah ya ?”tanyaku sedikit basa basi. “Apa!?”jawab Kirana pura-pura tidak mendengar. “aku dengar kamu punya masalah sama Hadi?” tanyaku “Iya, kok tahu sih?”ujar Kirana. “Aku diberitahu sama Hadi tadi waktu istirahat”jawabku. “Oh, jadi begitu”jawab Kirana. Katanya kamu marah sama Hadi”tanyaku kembali. Kirana hanya mengangguk begitu saja dengan expresi yang begitu dingin.
“Maaf, Na bukannya ingin tahu masalah pribadi, tapi kitakan sahabat .Mungkin aku bisa bantu sedikit”tanyaku dengan sedikit takut menyinggungnya. “Pokoknya bikin aku jengkel banget deh!”seru kirana dengan kesal.
Keesokannya aku berangkat seperti biasa di depan kelas Ahmad disana sudah ada Kirana. Aku menyapanya “Hei, Kirana” sapaku. Tetapi Kirana hanya diam saja, kini dia begitu dingin bagaikan ES dikutub Utara. Apa aku kemarin menyinggung perasaannya hingga dia begitu dingin kepadaku . Saat aku tanya dia tak pernah menjawabnya, sebenarnya apa yang terjadi padanya, aku hanya ingin membantu memecahkan masalahnya. Apakah aku salah?Mungkin aku bertindak kejauhan namun itu karenaku sayang. Dalam hatiku jika aku mempunyai salah aku ingin minta maaf , tapi dia tidak pernah memberiku kesempataan untuk mengungkapkan itu hingga kini mungkin dia masih membenciku, aku hanya ingin mengatakan kita akan akan menjadi sahabat selamanya,walau dalam senang dan susah.
By : Deny Restu Widyanto(07/IXb)







